Category Archives: Lain-Lain

Pendampingan ISO versi 2015

Pada hari Rabu, tanggal 22 November 2017, Direktorat Perencanaan dan Pengembangan (DitRenbang) melaksanakan pendampingan ISO versi 2015, dengan konsultan Ir. Adnan. Pendampingan dilakukan di Ruang Rapat DitRenbang Lt.1 dan diikuti oleh pimpinan dan staf DitRenbang.

Pada pendampingan tersebut dibahas perbedaan ISO 9001:2008 dengan versi 2015, menyiapkan Dit. Renbang dengan versi 2015, dan melengkapi persyaratan-persyaratan sesuai dengan tuntutan versi terbaru.

Dengan pendampingan tersebut diharapkan kedepannya, Dit. Renbang akan siap menjalankan ISO versi 2015.

Pendampingan Penyusunan RKAT Unit Kerja Tahun 2018

Pendampingan Penyusunan RKAT Unit Kerja Tahun 2018 dilaksanakan dari tanggal 4 September 2017 sampai dengan tanggal 7 September 2017.

Berikut ini adalah Presentasi Panduan Teknis Penyusunan RKAT Unit Kerja Tahun 2018 dengan Tema “Penguatan Atmosfir Akademik dan Good University Governance untuk Meningkatkan Daya Saing dan Recognisi Internasional”

Unduh disini

Pembahasan Usulan RKAT UPI PTN BH 2017

Kunjungan Perencanaan DiktiHari, Tgl: Jum’at, 7 Oktober 2016
Tempat: Ruang Rapat Partere UPI
Pukul: 9.00-13.00 WIB
Acara: Pembahasan Usulan RKAT UPI PTN BH 2017

Kunjungan dari Biro Perencanaan Kemenristekdikti yang diwakili Kabag Perencanaan Program dan Anggaran beserta timnya membahas usulan RKAT UPI PTN BH 2017 yang didalamnya termasuk usulan mengenai dana BPPTNBH. Tim Universitas diwakili oleh WR Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Sistem Informasi, Direktur Perencanaan dan Anggaran berikut jajaran dan staf di bawahnya. Acara dibuka oleh WR Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Sistem Informasi. Dalam pembahasan terdapat beberapa masukan mengenai dana untuk investasi yang semula direncanakan berasal dari APBN agar dirasionalisasikan kembali. Selain itu ada tanggapan terkait penentuan target kinerja berdasarkan data yang ada. Sebelum acara berakhir tim dari Perencanaan Program dan Anggaran diajak berkeliling UPI menggunakan kendaraan dalam kampus yang biasa kita sebut “Odong-odong” untuk melihat keadaan UPI sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pagu definitif UPI 2017. Acara diakhiri setelah Sholat Jum’at dan makan siang bersama, karena tim dari Bagian Perencanaan Program dan Anggaran akan melanjutkan kembali perjalanan ke ITB.

Villa Isola Punya Cerita

Villa Isola adalah salah satu bangunan hasil karya arsitektur Charles Prosper Wolff Schoemaker yang bergaya arsitektur Art Deco dan mulai dibangun pada tahun 1933. Villa Isola yang berlokasi di Jl. Setiabudi ini dahulu dimiliki oleh Dominique Willem Berretty -seorang “Raja Media Cetak”- yang sangat kaya-raya. Kemudian Villa Isola yang sempat dijadikan rumah tinggal ini dijual dan menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Dalam perjalanannya, Villa Isola kemudian dijadikan Gedung IKIP (sekarang UPI) dan digunakan sebagai kantor rektorat. Kini bangunan ini dikenal dengan nama Bumi Siliwangi.

Bagian Villa Isola yang menghadap utara dan selatan digunakan untuk ruang tidur, ruang keluarga, dan ruang makan; masing-masing dilengkapi jendela dan pintu berkaca lebar, sehingga penghuni dapat menikmati pemandangan indah di sekitarnya. Sang arsitek, Schoemaker, banyak memadukan falsafah arsitektur tradisional dengan modern dalam bangunan ini. Schoemaker menerapkannya secara konsisten mulai dari orientasi kosmik utara selatan, kesatuan dengan lingkungan, bentuk dan pemanfaatan sinar matahari untuk mendapat efek bayangan yang memperindah bangunan.

Selain kemegahan bangunan dan keindahan pemandangan sekitarnya, ternyata Villa Isola juga memiliki cerita. Terbiasa dengan kemewahnya ternyata sang pemilik, Berretty, punya cerita kehidupan yang penuh intrik dengan pemerintahan saat itu baik dengan Hindia Belanda maupun Jepang. Sejak Villa Isola ini berdiri, Berretty tidak sempat menikmati lama tinggal di sana. Sebagai seorang “Raja Media Cetak” dan karena memiliki kedekatan dengan pemerintah Hindia Belanda, maka surat kabarnya disinyalir menjadi salah satu corong pemerintah Hindia Belanda. Namun, Berretty “bermain mata” karena ternyata ia juga memiliki kedekatan khusus dengan pemerintah Jepang, yang tentunya membuat geram pemerintah Belanda. Karena itulah maka dalam kehidupannya Berretty sering menyendiri dan enggan bertemu banyak orang. Villa Isola yang tenang dan damai inilah yang ia gunakan untuk berdiam diri, hal ini dapat terlihat pada bagian dalam Villa tertulis “M’ Isolo E Vivo” yang artinya kurang lebih: menyendiri untuk bertahan hidup.

Berbagai polemik yang terjadi menghantarkan Berretty pada kisah hidup yang tragis. Barrety meninggal ketika pesawat yang ditumpanginya jatuh di perbatasan Suriah. Kala itu Berretty sedang berada di Belanda, dan kemudian istrinya mengundang Berretty untuk pulang natalan ke Indonesia, sayangnya dalam perjalanan dari Belanda ke Indonesia, pesawatnya mengalami kecelakaan. Tedapat kesimpangsiuran informasi mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Menurut informasi pesawat tersebut jatuh karena ditembak oleh tentara Inggris, tetapi dalam laporan resmi, pesawat tersebut jatuh karena tersambar petir. Hingga kini misteri penyebab jatuhnya pesawat yang ditumpangi Berretty tidak pernah terungkap.

sumber:
https : //id.wikipedia.org/wiki/Villa_Isola
http : //geospotter.org/952/villa-isola-bandung-sebuah-kisah-tragis